Siang hari yang cerah di Bekasi, 3 Agustus 2025, menjadi saksi bisu pengalaman kami menjajal layanan transportasi umum yang sedang hangat diperbincangkan. Berawal dari Vietnam, Green SM, taksi berbasis mobil listrik, kini mulai merambah kota-kota penyangga Jakarta. Rasa penasaran mendorong kami untuk mencoba, sekaligus membuktikan seberapa siap layanan ini di luar ibu kota.
Awalnya, kami skeptis. Dengan unit dan jumlah pengemudi yang masih terbatas, kami mengira akan butuh waktu lama untuk mendapatkan taksi. Namun, perkiraan kami meleset. Tak sampai lima menit setelah memesan melalui aplikasi, sebuah notifikasi muncul: pengemudi ditemukan. Tak lama berselang, sebuah mobil listrik VinFast berwarna hijau toska yang ikonik berhenti di depan rumah kami.
Sambutan ramah dari pengemudi yang bertugas langsung mencairkan keraguan kami. Mobilnya bersih dan terawat, menandakan bahwa layanan ini benar-benar serius dalam memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang. Namun, ada satu hal yang menjadi catatan kami: ukuran mobil yang tidak terlalu besar. Bagi kami, yang terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak kecil, rasanya cukup pas-pasan.
Meskipun demikian, keunggulan utama yang membuat kami terkesan adalah tarifnya yang sangat bersaing. Di tengah pilihan transportasi yang kian beragam, Green SM hadir sebagai alternatif menarik, tidak hanya dari sisi teknologi yang ramah lingkungan, tetapi juga dari segi harga yang tidak menguras kantong. Pengalaman ini membuktikan bahwa Green SM bukan sekadar tren baru, tetapi juga solusi mobilitas yang layak diperhitungkan, bahkan di kota-kota seperti Bekasi.
Untuk download aplikasi pemesanan taxinya teman-teman bisa klik disini ya.
atau link alterbatifnya disini.