Banyak Motor Mati, Akibat Nekad Terobos Banjir

Bekasi 11 Agustus 2025

Dimulai dari perjalanan saya pulang bekerja, dari Jakarta menuju bekasi.

Perjalanan tersebut ditemani dengan suasana kemacetan Jakarta di sekitar jl. tendean merapat sampai arah pancoran, dikarenakan banyak kendaraan roda empat yang beroperasi pasca turun hujan pada sore harinya.

Menyusuri jalanan kalimalang pada pukul 17.40 WIB menggunakan sepeda motor, belum ada tanda-tanda akan turun hujan kembali. Selain langit yang gelap nan mendung kilat-kilat mulai menyambar dan memberikan kesan bahwa akan datang hujan besar.

Sekitar pukul 18.05 setelah terdengar suara adzan maghrib, hujan yang besar itupun akhirnya tiba. Dan benar hujan disertai angin mengguyur jalanan kalimalang Bekasi. Kilatan demi kilatan petir saya temui sepanjang jalanan tersebut, pada sebuah titik di sekitar area Bintara mengalami kemacetan. Setelah saya telusuri ternyata jalanan sepanjang Grand Kota bintang sudah terendam air setinggi mata kaki orang dewasa, semakin ke arah Bekasi Barat jalanan sudah dipenuhi air dan tidak sedikit saya melihat beberapa motor menepi dikarenakan macet akibat menerjang banjir.

Sesampainya di kota Bekasi sekitar pukul 18.30 saya memutuskan untuk sholat maghrib terlebih dahulu dengan mencari masjid terdekat disana. Saat itu ketinggian air dijalanan pekayon Bekasi Selatan sekitar setengah betis orang dewasa. Setelah saya sholat ternyata ketinggian air semakin tinggi, disana saya melihat beberapa orang terjebak di pertigaan dan terpaksa mendorong motornya karena terendam air.

Disamping saya ada seorang driver yang mau tidak mau harus mengantarkan paket yang mungkin jatuh tempo pada hari itu, dari situlah saya memberanikan diri untuk ikut menerjang bersama menggunakan sepeda motor yang saya gunakan. Sesampainya didaerah kemang, sepanjang jalan sudah terendam banjir. Banjir yang menggenang di perumahan kemang pratama ini banyak sekali memakan korban, saya melihat ada 3 motor yang akhirnya memilih untuk putar balik daripada harus menerjang banjir. Tak sedikit pula ada beberapa motor yang nekad untuk melanjutkan perjalanan, disitu saya merasa bimbang, dikarenakan area banjirnya lumayan panjang.

Bismillah, kataku dalam hati.

Dengan hati-hati mengemudikan sepeda motor, saya memberanikan diri untuk melewati genangan banjir yang sudah setinggi lutut orang dewasa itu. Ketika ditengah jalan, saya diperlihatkan kebaikan hati seseorang yang sedang membantu ibu dan anak yang motornya mati akibat terendam banjir. Padahal saat itu kondisi benar-benar sedang banjir tinggi, tapi beliau masih memikirkan orang lain.

Tidak semua area di bekasi terdampak banjir, seperti didaerah pinggiran rawalumbu dan sekitarnya.

Tinggalkan komentar